Mencegah Gigi Gupis Pada Anak

By | June 10, 2017

tips kesehatanSeringnya mengonsumsi makanan manis merupakan hal lumrah yang dijumpai pada setiap anak. Es krim, permen, coklat, manisan, dan banyak makanan manis lainnya mudah ditemukan di berbagai toko terdekat. Anak-anak menyukai rasa manis dan tak jarang mereka merengek pada orang tua untuk dapat menikmati kudapan ini. Tak hanya memberikan sensasi bahagia pada otak, makanan manis juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan anak, terutama terkait dengan masalah kesehatan rongga mulutnya. Apabila sisa gula tidak dibersihkan langsung secara baik, beragam mikroorganisme yang ada di rongga mulut anak berpotensi memakan sisanya dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang atau pengikisan gigi susu anak yang lebih dikenal dengan nama gupis.

Ketampakan gigi yang kuning dan menghitam serta ukuran gigi yang semakin hari semakin kecil merupakan tanda awal gejala masalah ini. Dengan melakukan penanganan yang baik, masalah ini dapat dikendalikan dengan baik. Pengawasan dan tanggung jawab orang tua dan orang terdekat sangat diperlukan demi keberhasilan program ini. Meminta anak segera berkumur atau minum air setelah mereka makan kudapan manis merupakan langkah paling sederhana untuk mengurangi jumlah sisa makanan manis dalam rongga mulut. Apabila anak mau, segera menggosok gigi mereka juga efektif untuk mengurangi masalah ini. Setidaknya, dalam sehari mereka harus menyikat gigi secara teratur. Sebagai orang tua, mengajarkan tanggung jawab ini dan mengatur agar proses gosok gigi menjadi momen yang menyenangkan dapat dilakukan agar anak menyukai kegiatan ini.

Selain itu, mengganti kudapan manis dengan kudapan asin yang gurih dan tidak mengandung gula juga dapat dilakukan. Crackers, chips, kerupuk, dan beragam makanan lain dapat diberikan secara bergantian untuk mengurangi jumlah gula yang mereka konsumsi. Makanan gurih juga enak dan variasi produk jajanan anak non gula juga banyak dijual di pasar dan supermarket terdekat. Sebagai salah satu upaya pengontrolan kesehatan gigi anak, setiap enam bulan sekali melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga perlu dilakukan. Dalam pengecekan ini, akan terus dipantau perkembangan gigi anak sehingga bila ada lubang kecil sudah dapat ditangani sebelum lubang berkembang menjadi lebih lebar lagi dan memberikan keluhan yang lebih.

Related posts: