Penggunaan Ajian Semar Mesem

By | April 28, 2017

ajian semar mesemMemiliki pasangan yang sesuai dengan kriteria yang Anda inginkan baik dari segi sifat maupun bentuk fisik adalah suatu dambaan bagi seluruh orang di dunia. Tetapi terkadang karena terlalau memilih Anda malah lama tidak memiliki pasangan dan kurang dekat dengan lawan jenis. Ajian semar mesem adalah salah satu hal yang bisa di gunakan untuk Anda yang ingin mencari seorang pasangan yang Anda kira cocok dan pas untuk Anda pilih menjadi pendamping hidup yang selalu menemani Anda hingga akhir hayat. Apalagi ketika Anda sudah memiliki seseorang yang ingin Anda dekati tetapi orang tersebut terlalu acuh dengan Anda, cara ini bisa Anda gunakan agar orang tersebut mampu lebih dekat dan lebih menaruh perhatian terhadap Anda.

Penggunaan Ajian Semar Mesem Untuk Mendapatkan Pasangan

Salah satu kegunaan ajian semar mesem ini adalah untuk mendapatkan pasangan yang Anda inginkan. Wajar saja banyak yang menuliskan tips dapat pasangan dengan bantuan amalan ini. Amalan ini bisa membuat orang yang mengamalkannya memiliki senyum yang manis menawan sehingga bisa mengalihkan pandangan orang yang memandangnya. Bisa membuat segala omongan yang Anda keluarkan bisa di dengarkan dengan baik karena semua yang Anda ucapkan sangat menarik dan memberi efek jerat kepada setiap lawan jenis yang mendengarkannya. Oleh karena itu wajar saja ajian ini bisa menjadi tips yang tepat untuk Anda yang sedang mencari seorang pendamping hidup. Ajian ini adalah salah satu kebudayaan kejawen yang sebagian besar orang belum mengetahuinya dengan jelas tetapi budaya ini banyak di wariskan turun temurun di tanah Jawa. Sehingga tergantung kepercayaan untuk mengamalkan segala yang ada di ajian ini.

Jika Anda tidak mempercayai ajian ini pastilah tidak akan ada gunanya meskipun Anda amalkan sesuai dengan aturan yang ada. Biasanya untuk mengamalkan harus dengan puasa atau ritual lain yang menjadi dasar dari ajian ini. Ajian semar mesem bukan untuk Anda gunakan kepada sembarangan orang dan hanya untuk kepuasan pribadi melainkan untuk kebaikan yang sesuai dengan kaidah agama.

Related posts: